Imlek Nasional 2026: Merawat Kebinekaan dari Lapangan Banteng

Ramzy 350 Pembaca
4 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Lampion-lampion merah akan kembali menyala di jantung ibu kota. Di bawah langit Jakarta, Lapangan Banteng dipilih menjadi ruang bersama bagi seluruh anak bangsa untuk merayakan Perayaan Imlek Nasional 2026 atau Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Pemerintah memutuskan perhelatan akbar ini berlangsung mulai 22 Februari 2026, dengan puncak perayaan pada 28 Februari 2026. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan turut hadir, menandai kuatnya dukungan negara terhadap perayaan yang sarat makna kebudayaan dan kebangsaan ini.
Lebih dari sekadar seremoni pergantian tahun dalam tradisi Tionghoa, Imlek Nasional 2026 diposisikan sebagai agenda nasional yang inklusif, merangkul seluruh elemen masyarakat, serta berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan persaudaraan.

Semangat tersebut tergambar sejak rapat perdana persiapan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Masjid terbesar di Asia Tenggara itu menjadi saksi dialog lintas iman dan lintas budaya, ketika Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, selaku penasihat utama perayaan, memimpin pertemuan yang menampung berbagai masukan sekaligus memaparkan konsep besar Imlek Nasional tahun ini.
Sejumlah tokoh nasional hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Mari Elka Pangestu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, serta Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Gandi Sulistiyanto. Hadir pula Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar yang dipercaya sebagai Ketua Penyelenggara Perayaan Imlek Nasional 2577 Kongzili.

Deretan tokoh perempuan turut memberi warna dalam pertemuan itu, seperti Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Veronica Tan serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Stella Christie. Dari daerah, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos tampak hadir, bersama Ustadz Das’ad Latif dan Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Supriyadi.

Dukungan juga mengalir dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Wilianto Tanta hadir bersama Ketua Umum Perwanti–PSMTI Helga Abraham, Ketua Umum Indonesia Tionghoa (INTI) Teddy Sugianto, Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Serian Wijatno, serta perwakilan berbagai ormas lintas agama dan budaya seperti WALUBI, Permabudhi, GEMPAR, IPTI, PTIE, dan lainnya.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version