Karenanya, di saat takbir berkumandang, dan menggema menjelang pelaksanaan shalat Id, dan ketika hati ummat Islam melayang pada cahaya kemenangan, maka persaudaraan ummat untuk mengangkat genggaman tangan, berinfak seukuran Rp20 ribuan.
Bagi da’i kondang yang pernah menjabat Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu, di era digital ini, Rp 20 ribu itu kecil, tapi nyata.
“Kita ketahui bersama bahwa, bagi banyak keluarga, angka Rp20 ribu tidak menggerogoti anggaran, tetapi bila disalurkan kepada yang membutuhkan, ia berubah menjadi sepuluh mangkok nasi, atau satu paket pakaian seragam bagi anak kurang mampu,” jelasnya.
Pasalnya, dari Rp20 ribu di kantong, jumlahnya akan menumpuk menjadi puluhan juta, bahkan ratusan juta. Kekuatan kolektif itu bisa menggerakkan program beasiswa, mendistribusikan zakat, dan pembangunan fasilitas kesehatan bagi mustahik.
Sebelum menutup komentarnya, Dirut PT Saudi Amanah Wisata yang juga pembimbing ibadah haji PT Saudi Patria Wisata (2021-sekarang) ini berharap, semoga setiap tetes uang yang diinfakkan, nantinya menjadi ‘embun pagi’ yang menyegarkan, yang menumbuhkan harapan di hati yang dahaga, dan menyalakan kembali semangat kebangkitan umat.
“Penelitian psikologi menunjukkan bahwa, orang yang memberi secara rutin memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, terutama pada momen-momen spiritual seperti Idul Fitri,” tutup putera H.Tamanggong Daeng Lira (Alm) dan Hj.Nuraeni Daeng Kebo (Almr), kelahiran Dusun Terang Terang, Desa Popo, Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, 17 Pebruari 1973 ini. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)

