PEDOMANRAKYAT, Kapuas – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi berbasis mekanisasi, salah satunya dengan melibatkan petani dalam pengoperasian drone pertanian di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kapuas, Kalimantan Tengah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi percepatan tanam dan peningkatan produktivitas padi di lahan CSR, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian berbasis teknologi.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan harapannya agar program CSR mampu memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian pangan nasional. Ia menargetkan lahan cetak sawah dapat menghasilkan dua hingga tiga kali panen dalam setahun.
“Potensi alam yang subur serta ketersediaan air yang melimpah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” ujarnya.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa program CSR merupakan langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya percepatan tanam di lahan yang telah dicetak.
“Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terus didorong. Tantangan ke depan adalah mempertahankan Indonesia sebagai lumbung pangan nasional, bahkan menuju lumbung pangan dunia,” jelasnya.
Senada, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya optimalisasi lahan CSR melalui modernisasi pertanian, pelibatan generasi muda melalui Brigade Pangan, serta penguatan sumber daya manusia.

