Kepala Daerah dan Petani Papua Tegaskan Cetak Sawah Tak Gunakan Hutan Lindung

Ramzy
Ramzy 15 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Di samping itu, terdapat desa-desa yang dikenal sebagai sentra ubi yang selama ini memasok kebutuhan pangan Kota Sorong dan wilayah sekitarnya. Pemerintah daerah juga mengusulkan pengembangan sagu sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

“Kami mohon dukungan untuk pengembangan kakao, ubi, dan sagu. Sagu ini adalah makanan utama masyarakat yang ada di sana sehingga perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian di Papua tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan nasional, tetapi juga harus memperhatikan komoditas lokal yang telah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Menurut Amran, komoditas seperti ubi jalar, ubi kayu, dan sagu memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pangan lokal.

“Kearifan lokal, tanaman-tanaman lokal harus diperhatikan,” tegas Amran.

Ia mengatakan Kementerian Pertanian akan mengkaji berbagai usulan yang disampaikan pemerintah daerah agar pengembangan pertanian di Papua dapat berjalan secara seimbang antara peningkatan produksi dan penguatan komoditas unggulan lokal.

Dukungan terhadap program pembangunan pertanian pemerintah juga disampaikan petani asal Sorong Selatan, Otto Saman. Ia mengaku berbagai program yang dijalankan pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pembangunan.

“Saya selaku kepala desa dan kepala marga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, Bapak Presiden dan Bapak Menteri. Program ini sudah sampai ke daerah-daerah kami yang selama ini sangat sulit dijangkau. Melalui program ini ada kemajuan, harga-harga juga sudah lebih murah. Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian pemerintah kepada masyarakat kami,” ujar Otto.

Melalui Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua Tahun 2026, Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah terus memperkuat pengembangan pertanian yang produktif dan berkelanjutan dengan mengedepankan pemanfaatan lahan yang tersedia, penghormatan terhadap hak masyarakat, serta penguatan komoditas lokal seperti sagu, ubi, dan kakao sebagai bagian dari sistem pangan Papua. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Curi Handphone di Dashboard Motor, Pelaku Dicokok Resmob Panakkukang
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!