“Kami ingin memastikan kehadiran PKK dirasakan manfaatnya secara langsung. Di hari ke-20 Ramadhan ini, kami bersama para Ketua RT dan RW ingin berbagi kebahagiaan sederhana melalui takjil ini kepada saudara-saudara kita yang masih beraktivitas di jalanan,” ujar Nurfadillah di sela-sela pembagian.
Langkah taktis ini mendapat apresiasi positif dari warga. Keberadaan Posko Kontainer RT/RW yang biasanya menjadi pusat administrasi dan keamanan, sore itu berubah fungsi menjadi dapur kebaikan yang menghubungkan ketulusan aparat kelurahan dengan kebutuhan masyarakat.

Lurah Kunjung Mae, Syafruddin, menambahkan bahwa keterlibatan aktif seluruh elemen kelurahan dalam kegiatan ini mencerminkan soliditas koordinasi kewilayahan yang berjalan linear. Pelayanan publik tidak hanya soal urusan administratif, tetapi juga soal kepekaan sosial terhadap kondisi warga.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan khusyuk ini diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk syukur atas kelancaran acara. Seluruh jajaran yang hadir kemudian menyempatkan diri untuk berfoto bersama di depan kontainer kebanggaan warga Kunjung Mae, sebagai simbol kuatnya persatuan dalam bingkai pengabdian.
Aksi berbagi takjil ini meninggalkan pesan mendalam bagi warga yang melintas di kawasan Mariso: bahwa di tengah dinamika kota Makassar yang sibuk, nilai-nilai ukhuwah dan kedermawanan tetap tumbuh subur di tangan mereka yang peduli. (Aa007/02)

