Sambil menunjukkan bukti nyata, Paulus memperlihatkan penampakan air di sekitar instalasi PDAM yang kini telah berubah warna menjadi cokelat lumpur dan kehilangan kejernihannya.
Kini, masyarakat Desa Bumi Etam menaruh harapan besar pada pemerintah pusat maupun daerah, termasuk dinas terkait dan aparat penegak hukum, agar tidak menutup mata dan segera melakukan peninjauan lapangan secara langsung.
Warga mendesak dilakukannya investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti pencemaran ini, serta menuntut sanksi keras bagi perusahaan manapun yang terbukti merusak ekosistem sungai mereka.
“Harapan kami hanya satu: pemerintah dan aparat segera turun tangan melihat realita ini dan berani mengambil tindakan tegas,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak manajemen perusahaan-perusahaan yang bersangkutan masih belum memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi terkait tudingan pencemaran lingkungan tersebut. (Us)
