PEDOMANRAKYAT, SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo mengapresiasi respon cepat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menindaklanjuti aduan keterlambatan distribusi pupuk subsidi, yang langsung ditangani saat kunjungan ke gudang Perum Bulog di Sisoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026).
Aduan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Sidoarjo, Achmad Tirta, yang mengungkap adanya keterlambatan distribusi pupuk di wilayah Desa Sumbersono, Kabupaten Mojokerto.
“Kalau terkait kondisi saat ini, pupuk-pupuk ini langka pak, di rumah saya di desa Sumbersono, keterlambatannya sekitar 1–2 minggu,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran langsung mengambil langkah tegas dengan meminta identifikasi pihak distributor pupuk yang bertanggung jawab, serta memastikan penanganan segera dilakukan.
“Enggak. Gak boleh terlambat. Tunjuk itu distributornya yang bikin terlambat. Sebut namanya sekarang. Nanti aku suruh cek, suruh cabut izinnya,” tegasnya.
Sebagai bentuk respon cepat, Mentan Amran langsung menghubungi jajaran terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“Ada laporan HMI Cabang Sidoarjo, Ahmad Tirta, Kabupaten Mojokerto, Desa Sumbersono, katanya pupuknya telat 1 minggu. Tolong dong tegur di sana. Kalau masih berulah dicabut izinnya,” ujarnya saat melakukan panggilan kepada direktur wilayah yang mengurusi pupuk.
Ia menegaskan bahwa keterlambatan distribusi tidak dapat ditoleransi karena berdampak langsung pada produktivitas petani.

