“Melalui program ini, kami mendorong pelaku UMKM memiliki legalitas usaha seperti NPWP dan Nomor Induk Berusaha (NIB), sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam branding produk dan pemasaran digital,” jelas Syamsul Rizal.
Tak hanya fokus pada UMKM, mahasiswa juga melaksanakan seminar pendataan jumlah penduduk yang digelar di Kantor Kelurahan Bontotangnga. Kegiatan ini dihadiri Camat Hariady, ST dan Lurah Yusuf sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data pembangunan di tingkat kelurahan.
Sebelumnya, Bupati Jeneponto, Paris Yasir, saat melepas 202 mahasiswa KKN Berdampak 2026 di Lapangan Kampus INTI Jeneponto, Kamis (16/4/2026), menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu mengidentifikasi persoalan UMKM dan menghadirkan solusi konkret agar usaha masyarakat bisa berkembang,” tegasnya.
Berdasarkan hasil observasi dan survei lapangan, tim KKN Bontotangnga menetapkan sejumlah program prioritas, antara lain pendataan penduduk dan UMKM, pembuatan NIB, penguatan branding produk, digital marketing, serta literasi keuangan. Sementara itu, program tambahan meliputi pembenahan kebersihan lingkungan, keindahan, dan penghijauan berbasis percontohan.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan masyarakat, kehadiran mahasiswa KKN Berdampak 2026 diharapkan mampu menjadi katalisator dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Jeneponto. (Ardhy M Basir)
