PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO – Sebanyak 23 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 2026 Angkatan IV dari Institut Turatea Indonesia (INTI) Jeneponto mulai mengakselerasi pemberdayaan ekonomi lokal di Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea. Fokus utama mereka adalah mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendampingan langsung, penguatan legalitas usaha, hingga digitalisasi pemasaran.
Mahasiswa yang berasal dari tiga program studi, yakni Matematika, Ekonomi Pembangunan, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), ini dikoordinatori oleh Usman Taufik dan Syamsul Rizal. Mereka didampingi pembina Merry Sumardy, SE dan Drs. Syahrir Zaeni dalam menjalankan program kerja di lapangan.
Kehadiran mahasiswa KKN ini menyasar sembilan lingkungan di Kelurahan Bontotangnga, meliputi Lingkungan Sasroanging, Tanetea, Bontotangnga, Sangnging Loe, Pamanjengan, Mannuruki, Bungung Lompoa, Bumbung Loe, dan Borong Tammatea. Di setiap lingkungan, ditargetkan terdapat minimal 50 UMKM yang dapat didata dan dibina.
“Mahasiswa tidak hanya turun untuk mendata, tetapi juga melakukan pendampingan, termasuk membantu pembuatan brosur dan penguatan identitas usaha,” ujar Koordinator KKNB Bontotangnga, Usman Taufik, saat ditemui di Posko KKN.
Selain itu, mahasiswa juga menggelar Seminar Program Kerja bertema “Pemberdayaan UMKM untuk Penguatan Ekonomi Lokal” di Aula Kantor Kecamatan Tamalatea, Selasa (28/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tamalatea Hariady, ST, Lurah Bontotangnga Yusuf, Sekretaris Lurah, aparatur kelurahan, tokoh masyarakat, para kepala lingkungan, RT, Bhabinkamtibmas, serta pelaku UMKM yang mayoritas bergerak di sektor kuliner.
Dalam seminar tersebut terungkap bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih menjalankan usaha secara konvensional tanpa kemasan produk yang memadai maupun logo usaha. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa KKN untuk menghadirkan solusi inovatif.
