Prof. Erwin Akib mengemukakan, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak yakni 1.587 orang, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Antusiasme tersebut diharapkan menjadi pijakan awal untuk mendorong lahirnya event regional Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
Selain lomba, lebih dari 7.000 peserta dijadwalkan mengikuti “Senam Anak Indonesia Hebat” pada pagi hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sejumlah workshop, antara lain Workshop International Exchange School Muhammadiyah, Workshop Coding dan Kecerdasan Artifisial, serta Workshop Bekerja di Luar Negeri bagi siswa SMK.
Ketua Panitia Lokal Dr. Pantja Nur Wahidin menyampaikan kesiapan teknis telah mencapai 80 hingga 90 persen. Arena lomba, pembukaan, seminar, workshop, serta kegiatan olahraga pendukung dinyatakan siap digunakan.
Menurutnya, panitia juga menyiapkan fasilitas penginapan berbasis amal usaha Muhammadiyah dan sekolah-sekolah di sekitar kampus. Namun sebagian kontingen memilih hotel dan penginapan secara mandiri. Tingginya jumlah peserta membuat sejumlah hotel di sekitar Unismuh dilaporkan penuh hingga beberapa hari ke depan.
Kehadiran ribuan peserta dan pendamping, kata Pantja lagi, diperkirakan memberi dampak ekonomi bagi Kota Makassar, khususnya sektor perhotelan, transportasi, dan usaha kuliner.
“Panitia berharap OlympicAD VIII tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga momentum silaturahmi serta penguatan jejaring pendidikan Muhammadiyah secara nasional,” jelasnya.
OlympicAD VIII berlangsung hingga 14 Februari 2026 dan akan ditutup dengan pengumuman pemenang dari berbagai cabang lomba. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Jawa Tengah tercatat sebagai juara umum, tandas Dr. Pantja Nur Wahidin. (Hdr)

