Manisnya Gula Aren Organik Pacitan Tembus Pasar Eropa hingga Australia

Ramzy 246 Pembaca
3 Menit baca

Kelompok Tani Akur X sendiri merupakan kelompok binaan Kementerian Pertanian, khususnya Ditjen Perkebunan, melalui Program Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan. Program ini mendorong pengembangan komoditas perkebunan berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan daya saing dan akses pasar ekspor.

Melalui pendampingan tersebut, Ditjen Perkebunan memfasilitasi berbagai dukungan, mulai dari bantuan ternak ruminansia, sarana dan prasarana pembuatan pupuk kompos, hingga pelatihan pra-sertifikasi dan fasilitasi sertifikasi organik.

Fasilitasi ini mendorong pekebun memproduksi pupuk kompos secara mandiri dan menerapkannya di lahan perkebunan. Hingga saat ini, lahan aren yang telah tersertifikasi organik mencapai 15,66 hektare dengan melibatkan 25 pekebun, serta memiliki potensi produksi sekitar 18 ton per tahun.

Manfaat sertifikasi organik pun dirasakan langsung oleh pekebun, karena memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Harga jual gula aren meningkat, dari sebelumnya Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 30.000 per kilogram, atau naik Rp 10.000 dibandingkan produk konvensional.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan melalui Program Desa Pertanian Organik telah meningkatkan kualitas, nilai jual, dan akses pasar produk gula aren.

“Ke depan, Ditjen Perkebunan akan terus memperluas pembinaan agar semakin banyak pekebun yang naik kelas dan berorientasi ekspor,” ungkapnya. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version