Navigasi Karier Lulusan Adminkes Jadi Fokus Pelatihan Soft Skill FIKK UNM

Ramzy
Ramzy 253 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Guru Besar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Hasanuddin, Prof. Amran Razak, menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Soft Skill yang digelar Program Studi Administrasi Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (7/5/2026), di Ruang Seminar FIKK UNM, Jalan Wijaya Kusuma Raya No.14 Makassar.

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 mahasiswa tersebut mengangkat tema navigasi karier dan peluang lulusan Administrasi Kesehatan di tengah perkembangan sektor pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan kompetitif.

Pelaksana Tugas Dekan FIKK UNM, Hartati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai positif dan produktif bagi mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu menangkap peluang dengan baik agar setelah menyelesaikan studi dapat lebih cepat terserap di dunia kerja.

Ia juga berharap melalui pelatihan tersebut mahasiswa memiliki kemampuan membangun jejaring serta jejak digital yang positif sebagai modal bersaing secara sehat dan kolaboratif di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan FIKK UNM yang juga Dekan terpilih FIKK UNM periode 2026-2030, Andi Atssam Mappanyukki, mengatakan kegiatan itu digagas seluruh stakeholder sumber daya manusia di lingkungan Prodi Administrasi Kesehatan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut lahir dari kajian rutin yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengelola GPM, magang, PBL hingga unsur lainnya.

“Atas dukungan penuh dari ibu Plt Dekan, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan peserta yang hadir mencapai 150 mahasiswa. Kami juga berterima kasih kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu kepada mahasiswa kami,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Amran Razak menegaskan, bidang administrasi kesehatan semakin dibutuhkan seiring kompleksitas sistem kesehatan dan meningkatnya kebutuhan tenaga manajerial.

Baca juga :  Pemilihan Duta Anak, Pj. Ketua TP. PKK Sinjai : Buktikan Anak Kita Bukan Generasi Stroberi

Menurutnya, digitalisasi dan mutu layanan kesehatan kini menjadi fokus utama sehingga lulusan administrasi kesehatan dituntut memiliki kemampuan manajemen pelayanan kesehatan demi menjamin mutu dan keselamatan pasien.

Ia menambahkan, lulusan administrasi kesehatan juga harus mampu mengaplikasikan ilmu kesehatan secara mendalam, mengambil keputusan berbasis data serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan individu maupun tim.

Selain itu, peluang kerja lulusan administrasi kesehatan dinilai sangat luas, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, sektor pemerintah, industri kesehatan, akademik, penelitian hingga bidang entrepreneur dan digital health.

“Peluang karier sangat terbuka mulai staf administrasi, rekam medis, supervisor, kepala unit, manajer hingga direktur rumah sakit, sehingga mahasiswa harus tetap semangat meningkatkan kapasitas diri,” katanya.

Narasumber lainnya, Ketua Perhimpunan Administrator Kesehatan Indonesia (PAKESI) Wilayah Sulawesi Selatan, Andi Baharudin, menyampaikan, tenaga administrator kesehatan memiliki peran strategis dalam menunjang pelayanan kesehatan modern.

Menurutnya, administrator kesehatan berperan dalam mendukung manajemen pelayanan, meningkatkan mutu layanan, membantu transformasi sistem kesehatan serta mengelola program kesehatan secara efektif dan efisien.

Ia menambahkan, kompetensi utama yang harus dimiliki meliputi manajemen kesehatan, analisis kebijakan, kepemimpinan, komunikasi serta pengelolaan pelayanan kesehatan.

“Penguatan tenaga administrasi kesehatan menjadi salah satu kunci peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat,” tandasnya. (Wahyudin/Hdr)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!