“Kami masih berharap tim ke-6 yang sedang mencari ekor pesawat dapat menemukan sasaran utama, yaitu black box. Sampai hari ini memang belum ada laporan penemuan, namun tim masih bertahan dan bermalam di lokasi,” tambahnya.
Menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat serta medan pegunungan yang cukup ekstrem, Pangdam tetap menyampaikan optimisme bahwa operasi pencarian dapat diperluas dan ditingkatkan apabila kondisi alam mendukung.
“Walaupun kita semua mengetahui kondisi cuaca dan medan sangat menantang, namun dengan ditemukannya dua korban, kami optimistis pencarian selanjutnya tidak akan terlalu menyulitkan,” ujarnya.
Terkait proses identifikasi korban, Pangdam memastikan bahwa seluruh keluarga korban telah menjalani pengambilan sampel ante mortem. Proses identifikasi juga diperkuat dengan dukungan langsung dari tim ahli yang didatangkan dari Jakarta, sehingga diharapkan dapat berjalan cepat dan akurat.
“Saya yakin proses identifikasi tidak akan memakan waktu lama, karena seluruh keluarga korban sudah diambil sampelnya dan ini didukung langsung oleh tim dari Jakarta,” pungkas Pangdam.
Operasi pencarian dan evakuasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 ini akan terus dilanjutkan sesuai dengan prosedur tetap (protap) yang berlaku, dengan tetap mengedepankan keselamatan personel, kehati-hatian di medan berat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tahapan operasi. (And)

