PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Komunitas Papoto 96 Makassar (KP96M) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya kreatif di bidang fotografi melalui penyelenggaraan Class Fundamental Photography yang digelar di Studio Perdana Fhoto, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Kota Makassar, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar yang tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kreatif serta kepekaan artistik para peserta.
Fotografer sekaligus pemateri, Ulla Liem, dalam sesi penyampaian materi menegaskan bahwa fotografi bukan sekadar aktivitas memotret, melainkan sebuah proses kreatif yang memadukan teknik, imajinasi, dan rasa.
“Fotografi itu bukan hanya soal hasil visual, tetapi bagaimana kita memahami makna di balik setiap karya yang kita ciptakan,” ujar Ulla.
Dalam kelas tersebut, peserta dibimbing secara sistematis untuk memahami dasar-dasar fotografi, mulai dari pengenalan fungsi kamera hingga pengaturan aperture, shutter speed, dan ISO sebagai fondasi utama dalam mengontrol cahaya dan eksposur.
Selain itu, pemahaman tentang karakter lensa juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Peserta dikenalkan pada fungsi lensa sudut lebar untuk menangkap ruang dan suasana, serta lensa telephoto untuk menonjolkan subjek dan menciptakan dimensi kedalaman.
Tidak hanya aspek teknis, peserta juga diajak membangun konsep sebelum pemotretan, mulai dari merumuskan ide, menentukan tema, hingga memahami lokasi dan kondisi pencahayaan.
Ketua KP96M, Halid Harun, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi fotografi yang kuat bagi para anggota.
“Kemampuan fotografi bukan hanya soal alat, tetapi bagaimana cara melihat, berpikir, dan mengeksekusi sebuah gagasan menjadi karya visual yang bermakna,” ungkap Halid.
Ia juga menekankan pentingnya peran cahaya sebagai elemen utama dalam fotografi.
“Dengan memahami arah, kualitas, dan intensitas cahaya terutama cahaya alami, kita bisa menciptakan foto yang lebih hidup dan berkarakter,” tambahnya.
Sementara itu, Penasehat KP96M, Ramzi, menilai kegiatan ini mampu memperkuat interaksi dan kolaborasi antaranggota melalui diskusi interaktif dan praktik langsung.
“Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengeksplorasi pemahaman mereka secara mendalam,” ujarnya.
Pembina KP96M, Heartyanto, turut mengapresiasi antusiasme peserta yang tinggi selama kegiatan berlangsung.
“Ini menunjukkan bahwa fotografi bukan sekadar tren, tetapi telah menjadi medium ekspresi dan komunikasi visual yang memiliki nilai estetika dan pesan kuat,” katanya.
Keberhasilan kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan Owner Perdana Fhoto, Deta, yang telah memfasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Perdana Fhoto yang telah menyediakan studio sebagai ruang belajar yang representatif, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Halid.
Dengan program pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan, Komunitas Papoto 96 Makassar berharap dapat melahirkan fotografer-fotografer yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki identitas karya serta sensitivitas artistik yang mampu bersaing. (*Rz)


