“Karena itu menjelang Ramadhan dan Idulfitri, kita perlu memastikan pasokan listrik tetap aman dan terkendali sehingga ibadah-ibadah selama bulan Ramadhan, tidak terganggu”, ungkap Bupati.
Menanggapi hal ini, Manager PT PLN UP3 Tobelo, Anton Tonapa memaparkan bahwa pihaknya sudah membuat rencana-rencana persiapan untuk menghadapi bulan Ramadhan dan Idulfitri, yaitu dilakukan pembatasan pekerjaan pembangkitan dan distribusi selama periode siaga yang berpotensi menimbulkan pemadaman listrik kecuali untuk kondisi darurat.
Anton juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, daya mampu pasok sistem Halmahera Utara, PLN UP3 Tobelo sebesar 21.897 MW dan beban puncak sebesar 210.104 MW, sehingga kapasitas cadangan daya sistem sebesar 1.793 MW atau sebesar 10.34% dimana terdapat 11 sistem kelistrikan dengan kondisi saat ini 5 sistem normal, 6 sistem siaga.
Menurut Anton, pihak PT PLN UP3 Tobelo juga sudah melakukan pemeriksaan instalasi dan genset serta instalasi pada titik siaga dan melakukan pengamanan BBM serta telah disiapkan Posko Siaga Ramadhan yang dilengkapi dengan personil, perlengkapan backup peralatan kerja, SOP dan basic communication dengan jumlah personil yang terlibat sebanyak 41 pegawai, dibantu oleh 159 Tenaga Alih Daya (TAD) yang terdiri dari operator pembangkit, petugas pelayanan teknik beserta koordinator dan operator command center.
Anton juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini, pihaknya masih bekerja terus untuk memperbaiki beberapa sarana PLN di jalur menuju Loloda Utara sehingga memasuki Idul Fitri, masyarakat di pedesaan juga sudah bisa menikmati listrik seperti yang diharapkan.
“Progam kami di tahun 2026 ini, semua pelanggan di desa dan pulau-pulau akan terlayani 24 jam. Kami juga memastikan bahwa memasuki bulan Suci Ramadhan dan Idulfitri, pasokan listrik dalam kondisi aman dan tersedia sesuai kebutuhan”, ungkap Anton.
Usai pertemuan di kantor PT PLN UP3 Tobelo, Bupati Piet dan unsur Forkopimda kemudian melakukan sidak di pasar Modern Tobelo, bertemu dan berbincang dengan sejumlah pedagang, baik pedagang sayur-sayuran, ikan dan ayam.
Dalam percakapan dengan awak media, Bupati Piet memaparkan bahwa tujuan sidak yang dilakukan bersama unsur Forkopimda Halut adalah untuk memastikan semua kebutuhan masyarakat, baik BBM, listrik, sembako, sayur-mayur, ikan dan daging tetap tersedia sehingga umat Muslim saat menjalankan ibadah Puasa dan Lebaran tidak akan terganggu.
“Kami mengimbau dan berharap agar seluruh warga masyarakat Halut bisa menjaga kebersamaan dan toleransi, menghormati saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah Puasa sehingga Halut tetap aman, nyaman dan damai”, pungkas Bupati Piet. (co)

