Menurutnya, pada usia kelas satu sekolah dasar, setiap anak memiliki kecepatan tumbuh dan belajar yang berbeda. Karena itu, penilaian dilakukan secara deskriptif agar guru dan orang tua dapat memahami perkembangan individual anak secara lebih utuh
Penerimaan rapor pun menjadi ruang dialog. Orang tua diajak berdiskusi, dari sinilah lahir kesadaran bersama bahwa pendidikan bukan perlombaan meraih peringkat, melainkan proses membangun karakter, rasa percaya diri, dan kegembiraan belajar anak.
Menariknya, penerimaan rapor di SDN 200 Tempe juga selaras dengan Gerakan Ayah Menerima Rapor, sebuah upaya mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan anak.
Sejumlah ayah tampak hadir langsung mendampingi putra-putrinya saat menerima rapor. Kehadiran ayah bukan sekadar simbol, tetapi bentuk dukungan emosional yang penting bagi anak, sekaligus pesan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama dalam keluarga. (Deden)
