Oleh: Dr. Ir. Oswar Muadzin Mungkasa, MURP
BELAKANGAN ini pemerintah mengajak masyarakat berhemat energi. Tetapi dalam kebijakan publik, setiap seruan penghematan selalu menghadapi satu pertanyaan mendasar yaitu apakah pemerintah sendiri sudah memberi teladan?
Pemerintah mulai mendorong berbagai langkah penghematan. Seruan penghematan bahkan mulai menyentuh pola kerja birokrasi dan kegiatan operasional pemerintahan. Perjalanan dinas dibatasi, sebagian aparatur diminta bekerja dari rumah pada hari tertentu, dan kegiatan birokrasi didorong lebih hemat energi. Dalam situasi tekanan energi global, langkah seperti ini dapat dipahami.
Masalahnya, pesan penghematan tidak pernah berdiri sendiri. Publik membaca kebijakan secara utuh, bukan hanya dari seruan, tetapi juga dari cara pemerintah menggunakan anggaran. Dalam hal ini, kebijakan pemerintah sering kali menjadi cermin yang memperlihatkan sejauh mana seruan penghematan benar-benar tercermin dalam praktik pengelolaan anggaran pemerintah.
