Pesan Idulfitri dari Bulukumba, Takwa Bukan Musiman

Mahyuddin
Mahyuddin 471 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Idul Fitri, lanjutnya, bukan sekadar pergantian suasana. Bukan sekadar pakaian baru, makanan yang tersaji, dan rumah yang ramai oleh keluarga.

Idul Fitri adalah hari kemenangan. Hari ketika kita semestinya pulang kepada Allah dengan jiwa yang lebih bersih, dengan hati yang lebih takut kepada-Nya, dan dengan tekad yang lebih jujur untuk hidup di jalan-Nya.

“Kita keluar dari Ramadhan bukan menuju dunia yang tenang. Dunia yang di satu sudut dipenuhi konflik, di sudut lain dipenuhi kelaparan, di tempat lain dipenuhi kekacauan moral, dan di banyak rumah dipenuhi kecemasan yang diam-diam dipikul sendiri,” kata Ustadz Supriadi.

Karena itu, lanjutnya, Allah mengajarkan kepada kita bahwa di tengah krisis global, seorang mukmin harus memiliki perisai. Dan perisai itu bukan opini manusia, bukan arus zaman, bukan sorak-sorai dunia.

Ia kemudian mengutip Al-Qur’an Surah Ali Imran, ayat 102, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan sebagai muslim.”

“Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa takwa bukan ibadah musiman, bukan semangat sesaat yang hanya hidup di bulan Ramadhan, melainkan arah hidup seorang mukmin sepanjang usia. Ramadhan telah melatih kita menahan lapar dan dahaga, tetapi tujuan akhirnya adalah membangun hati yang kuat menghadapi dunia. Dan dunia yang kita hadapi hari ini bukanlah dunia yang tenang. Ia adalah dunia yang gelisah. Dunia yang gaduh. Dunia yang penuh tantangan dan rintangan,” tutur Ustadz Supriadi.(win)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Wali Kota Makassar Ajak Warga Bangun Keluarga Sehat dan Cerdas
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!