Pesan Idulfitri dari Bulukumba, Takwa Bukan Musiman

Mahyuddin
Mahyuddin 468 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMAN RAKYAT, BULUKUMBA. – Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang agung. Hari ketika takbir bergema dari masjid ke masjid, dari rumah ke rumah, dari lisan orang-orang yang beriman.

Ustadz Supriadi Nasir

Hari ketika dada yang sempit dilapangkan oleh harapan. Hari ketika hati yang lelah disentuh kembali oleh rahmat Allah. Hari ketika kaum muslimin saling memaafkan, saling mendoakan, dan saling menguatkan.

“Hari ini adalah hari kemenangan. Kemenangan bagi jiwa yang telah ditempa oleh Ramadhan,” kata Ketua Dewan Kaderisasi Wahdah Islamiyah Bulukumba, Ustadz Supriadi Nasir, SPd.Gr, dalam khutbahnya pada Shalat Idul Fitri 1447 H, di Lapangan Tentara, Dusun Pangi-pangi, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sabtu, 21 Maret 2026.

Shalat Idul Fitri tersebut dihadiri lima ratusan jamaah, termasuk Kepala Dusun Pangi-pangi, Sadaruddin, yang pada kesempatan itu membacakan sambutan seragam Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf.

Ustadz Supriadi yang membacakan khutbah Idul Fitri seragam Wahdah Islamiyah, mengatakan, Hari Raya Idul Fitri adalah kemenangan bagi hati yang sempat menangis di sepertiga malam. Kemenangan bagi lisan yang basah oleh istighfar. Kemenangan bagi tangan yang menahan diri dari yang haram, dan kaki yang belajar berjalan menuju ridha Allah.

“Di hari yang penuh takbir ini, kita perlu bertanya kepada diri kita dengan jujur. Apakah Ramadhan benar-benar telah menjadikan kita lebih dekat kepada Allah? Apakah puasa kita hanya menahan lapar dan dahaga? Ataukah ia benar-benar telah melembutkan hati kita yang keras, menundukkan jiwa kita yang angkuh, dan membangunkan nurani kita yang lama tertidur?” katanya.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Inovasi Lokal dari Saung Tani Lutra Raih Penghargaan Nasional
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!