Prof. Munirah Hasjim dan Mimpi Besar Menjadikan Perpustakaan Unhas “Rumah Para Pencari Ilmu”

Ramzy
Ramzy 344 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMAN RAKYAT, MAKASSAR – “Selama ini, mungkin perpustakaan hanya dianggap sebagai tempat membaca buku, meminjam dan mengembalikannya, atau sekadar ruang singgah saat jeda kuliah. Padahal, ada banyak hal yang sebenarnya bisa ditemukan di Perpustakaan Unhas ini.”

Kalimat itu meluncur tenang dari Prof. Dr. Hj. Munirah Hasjim, S.S., M.Hum., Kepala Perpustakaan Unhas, saat ditemui di Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar, Kamis, 26 Februari 2026. Nada bicaranya lembut, tetapi visinya tegas: perpustakaan bukan sekadar ruang sunyi penuh rak buku, melainkan rumah bagi para pencari ilmu.

Belum lama ini, Guru Besar Bidang Linguistik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tersebut dipercaya memimpin Perpustakaan Unhas untuk periode 2026–2030. Perempuan kelahiran Sungguminasa, Kabupaten Gowa, 10 Mei 1971, itu dilantik oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., pada 9 Februari 2026, menggantikan Dr. Fierenziana G. Junus, M.Hum.

Dalam perbincangan hangat bersama penulis dan penggiat literasi Rusdin Tompo, Prof. Munirah didampingi Andi Milu Marguna, S.Sos., M.M. (Ketua Divisi Pengembangan Pustakawan, Kerja Sama, dan Pengelolaan Informasi), Andi Nasri Abduh, S.Sos., M.Hum. (Humas Perpustakaan Unhas), serta Nurul Fitrihasari R. Diskusi sore itu tak sekadar berbicara soal buku, tetapi tentang masa depan literasi kampus.

Branding: Rumah Para Pencari Ilmu

“Kami sudah membuat branding Perpustakaan Unhas sebagai rumah para pencari ilmu. Artinya, kalaupun referensi yang dicari belum tersedia secara fisik, orang bisa datang, berdiskusi, dan berjumpa dengan berbagai latar belakang. Di situ terjadi silaturahmi literasi,” paparnya.

Bagi Prof. Munirah, perpustakaan harus hidup. Ia berkomitmen membenahi ruang-ruang layanan, memperbaiki fasilitas pendukung, serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat layanan informasi, literasi, dan riset berbasis inovasi serta teknologi digital.

Baca juga :  Inovasi Pendidikan Sekolah RAMAH, Anak Bebas Perundungan

Perpustakaan, menurutnya, bukan hanya memfasilitasi peminjaman buku, tetapi juga membantu penelusuran referensi cetak dan digital, termasuk jurnal-jurnal internasional yang dapat diakses dengan mudah. “Itu sebabnya kami menegaskan branding ini. Perpustakaan harus menjadi rumah,” tegasnya.

Sudah Unggul, Tinggal Dioptimalkan

Secara kualitas, Perpustakaan Unhas telah meraih Akreditasi A. Dari sisi layanan, ketersediaan referensi, hingga tata kelola, semuanya berada pada kategori unggul. Namun, Prof. Munirah tak ingin cepat berpuas diri.

Ia mengakui masih banyak sudut atau corner perpustakaan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, di sanalah potensi pembelajaran lintas budaya terbuka lebar.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!