PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Salah satu peperangan terbesar yang dihadapi manusia adalah perang melawan hawa nafsu. Perang terhadap hawa nafsu tidak dapat dikendalikan dengan salat, dengan zakat, dengan zikir, namun bisa ditaklukkan dengan “shaum” atau “shiyam”, puasa.
“Kita bisa berada di dalam satu kamar dengan istri pada siang hari bulan Ramadan, namun dengan sedang melaksanakan ibadah puasa kita mampu mengendalikan hawa nafsu,” Ir.H.Ilah Muhammad, S.Ag. Memberi contoh saat membawakan hikmah halal bihalal yang digelar Kerukunan Masyarakat Bima Sulawesi Selatan (KMBS) Nusa Tenggara Barat di Hotel Swiss Bellin Panakkukang Makassar, Ahad (19/4/2026).
Halal bihalal yang biasanya dilaksanakan tidak di hotel berbintang ini dihadiri sekitar 400 orang Bima yang berdomisili di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, misalnya, Makassar, Gowa, Maros, Takalar, Pangkep, Barru, Bone, Palopo, dan beberapa daerah lainnya.
Acara yang sarat dengan nuansa relegius ini, antara lain diisi dengan salawat yang dilaksanakan mantan Qariah Sulawesi Selatan Hj.Umrah M.Saleh dan kelompoknya, penyajian tari empat etnis dan monolog terjemahan puisi yang ditampilkan Laskar Seni pimpinan Drs. Bukhari Ahmad yang sekaligus membacakan monolog pembacaan terjemahan ayat Alquran. Hj Umrah M.Saleh membacakan Kalam Ilahi mengawali acara, kemudian juga melantunkan ayat-ayat Kitabullah berbarengan dengan lima qari dan qariah didikannya, yakn Nurjannah S.Pd.I, Sri Yanti, S.Pd.I, Tasrif, M.Pd., Arif Ramadhan, S.Pd., dan Ulil Amri, S.Ag. Lima orang pembaca Alquran ini merupakan warga Bima yang telah mewakili beberapa daerah di Sulsel pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros yang baru berakhir beberapa hari lalu.
“Salah seorang di antara mereka ini mewakili Sulawesi Selatan pada MTQ Nasional di Semarang,” ujar Hj Umrah M.Saleh yang termasuk salah seorang pemgajar mengaji di Masjid Raya Makassar dan beberapa tempat lainnya di Kota Makassar.

Ketua Panitia Pelaksana Halal bihalal Dr.H.Husen Sarujin, M.Pd., M.M., M.H. dalam laporannya mengemukakan, pelaksanaan halal bihalal di hotel ini bisa terlaksana atas dukungan dan bantuan dari warga Bima yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.
“Sumbangan yang diberikan itu melebihi yang diperlukan dalam pelaksanakan kegiatan ini,” ujar Dr.Husen Sarujdin sembari menyebut angka sumbangan warga Bima tersebut.
Ikut memberikan sambutan mantan Ketua KMBS NTB Drs.H.Sirajuddin, M.M.yang antara lain mengemukakan, pelaksanaan halal bihalal merupakan wujud warga Bima di Sulawesi Selatan menjalin silaturahim setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan selama sebulan.
Ketua KMBS NTB Dr. Ibrahim Ahmad, S.E,, M..Si, Ak. CA mengemukakan kisah awalnya pelaksanakan kegiiatan ini yang kemudian memilih digelar di hotel.
“Kita selama ini melaksanakan kegiatan seperti ini di kampus -kamus UIN Alauddin dan YPUP serta beberapa tempat lainnya, namun kali ini dilaksanakan di hotel. Memang ada kekhawatiran kita tidak mampu, namun dengan jiwa dan semangat besar warga Bima di Sulsel, akhirnya kegiatan ini dilaksanakan di hotel berbintang,” ujar mantan Ketua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP( ini.
Ibrahim Ahmad mengatakan, jika kita tidak memiliki jiwa dan semangat besar untuk melaksanakan sesuatu, jelas kegiatan besar seperti ini tidak akan dapat dilaksanakan. Dan, kita hanya akan melaksanakan kegiatan yang kecil-kecil saja.

