PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar dari Komisi D Fraksi Golkar, Arifin Majid kembali melaksanakan reses ketiga masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 yang berlangsung di Jalan Andi Mangerangi 2, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi titik ketiga pelaksanaan reses setelah sebelumnya Arifin Majid menyambangi warga di Kelurahan Pa' Baeng-Baeng dan Kelurahan Bonto Duri pada hari yang sama. Reses dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.
Dalam pertemuan itu, warga menyoroti persoalan banjir yang hingga kini masih menjadi keluhan utama, khususnya di kawasan Jalan Baji Iman. Warga mengungkapkan, genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, namun juga menyebabkan kemacetan panjang karena area tersebut berada di sekitar sekolah.
Selain masalah drainase, warga juga meminta adanya perhatian pemerintah terhadap pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut warga, dukungan berupa pelatihan, bantuan usaha hingga pembinaan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Reses tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kelurahan Bongaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat serta warga setempat yang tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Arifin Majid menegaskan bahwa seluruh masukan warga akan menjadi bahan perhatian dan akan diteruskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
Ia menyebut persoalan banjir dan drainase harus menjadi prioritas penanganan karena berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama para pelajar dan pengguna jalan di kawasan tersebut.
“Kami hadir melalui reses ini untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi tentu akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan sesuai kewenangan dan skala prioritas,” kata Arifin Majid di hadapan warga.
Terkait pengembangan UMKM, ia juga mengajak masyarakat untuk terus berinovasi dan memanfaatkan peluang usaha yang ada. Menurutnya, sektor UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat yang perlu mendapat dukungan serius dari pemerintah.
Suasana dialog berlangsung hangat dan interaktif. Warga berharap hasil reses tersebut dapat membawa solusi nyata terhadap persoalan yang selama ini mereka hadapi, khususnya terkait penanganan banjir dan peningkatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Bongaya. (And)

