Bupati menekankan bahwa momentum Ramadan memiliki makna strategis, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi jajaran pemerintahan di semua tingkatan.
“Ini adalah momen penting, terutama bagi kepala dinas, camat, lurah, kepala desa, hingga para imam desa,” tegasnya.
Ia pun berpesan kepada para camat, lurah, dan kepala desa untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum reformasi spiritual birokrasi.
“Jadikan masjid dan musala sebagai pusat kegiatan. Libatkan para imam desa sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina akhlak dan moral masyarakat,” tambahnya.
Rangkaian acara semakin semarak dengan pelaksanaan wisuda santri dan santriwati Raudatul Atfal Ponpes Darul Istiqamah Al Markaz Al Islamy, yang menjadi simbol keberhasilan pendidikan dini berbasis keagamaan di lembaga tersebut.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, sosial, dan pendidikan di Kabupaten Sinjai. (iz)

