Siswa SMP Metro School Makassar Turun ke Lorong, PKM di Komunitas Anak Pelangi Asah Empati dan Kreativitas

Ramzy
Ramzy 231 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Komunitas Anak Pelangi (K-apel) menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) siswa SMP Metro School Makassar. Kegiatan ini digelar di Pusat Pengembangan Potensi Masyarakat K-apel, Lorong Daeng Jakking, Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat (30/1/2026).

Pertemuan perdana program PKM tersebut melibatkan empat siswa kelas VII dan VIII. Mereka tampil langsung mengisi kegiatan edukatif untuk anak-anak binaan komunitas.

Dua siswa membawakan sesi mendongeng, yakni Dinyah (kelas VII) dan Almira Khalisah Ihsan (kelas VIII). Sementara itu, sesi belajar menggambar sketsa dipandu oleh Arabella Kamalia Tunniza (kelas VIII) dan Tazqiirah Alisha Adiba Ande (kelas VIII). Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMP Metro School Makassar, Nursia.

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Anak-anak lorong tampak antusias mengikuti cerita yang dibawakan siswa, sekaligus mencoba mengasah kreativitas melalui gambar sketsa.

Kepala Sekolah SMP Metro School Makassar, Nursia, menjelaskan bahwa program PKM dirancang sebagai ruang belajar nyata bagi peserta didik.

“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari kehidupan. PKM ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah empati, kreativitas, dan keberanian berbagi di tengah masyarakat,” ujar Nursia.

Menurutnya, Komunitas Anak Pelangi dipilih karena dinilai konsisten menghadirkan ruang pendidikan alternatif yang ramah anak serta berorientasi pada pengembangan potensi masyarakat.

Sementara itu, Founder Komunitas Anak Pelangi (K-apel), Rahman Rumaday, menyambut kolaborasi ini sebagai pertemuan nilai antara sekolah dan komunitas.

“Keren sekali Metro School Makassar. OSIS-nya sudah melangkah lebih jauh dengan memiliki program Pengabdian kepada Masyarakat yang benar-benar turun langsung dan menyentuh kehidupan anak-anak di lorong,” ujarnya.

Ia menilai, langkah ini mencerminkan arah baru pendidikan yang tidak berhenti di ruang kelas.

Baca juga :  Di Perancis, PLN Pelajari Proyek Geothermal yang Berada di Kawasan Padat Penduduk

“Sependek pengetahuan saya, baik di tingkat SMP maupun SMA, negeri maupun swasta, belum banyak sekolah yang memberi ruang seluas ini kepada siswanya untuk melakukan PKM secara terstruktur. Metro School Makassar menunjukkan bahwa anak-anak juga mampu menjadi subjek pengabdian, bukan sekadar objek pembelajaran,” tuturnya.

Rahman menambahkan, kolaborasi sekolah dan komunitas merupakan wajah pendidikan masa depan.

“Pendidikan ke depan bukan hanya soal nilai rapor, tetapi tentang nilai hidup. Ketika siswa belajar hadir, mendengar, mengajar, dan berbagi di tengah masyarakat, di situlah karakter dibentuk dan makna belajar menemukan rumahnya,” tambah pria yang akrab disapa Bang Maman itu.

Ia berharap kegiatan PKM ini dapat berlangsung berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain.

“Komunitas seperti K-apel selalu terbuka menjadi laboratorium sosial bagi pendidikan. Di lorong-lorong kecil, sering kali lahir pelajaran besar tentang kemanusiaan,” pungkasnya. (Ardhy M Basir)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!