Mengacu pada tata tertib organisasi, keberadaan satu calon secara otomatis menetapkannya sebagai Ketua Umum melalui mekanisme aklamasi. Dengan dukungan penuh peserta Munas, Airlangga Hartanto kembali dipercaya memimpin PB Wushu Indonesia untuk periode 2025–2029, menandai kesinambungan kepemimpinan demi menjaga stabilitas program dan akselerasi prestasi.
Dalam sambutannya, Airlangga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan partisipasi aktif cabang olahraga Wushu dalam menyumbangkan medali bagi Indonesia. Ia berharap semangat juang para atlet dapat membuat lagu Indonesia Raya terus berkumandang, baik di arena nasional maupun panggung dunia, sekaligus mengharumkan nama bangsa.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Wushu yang sebelumnya masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai cabang olahraga prioritas kini berstatus sebagai cabang olahraga unggulan. Perubahan ini diharapkan tidak mengurangi semangat pembinaan, melainkan menjadi motivasi baru bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih keras agar Wushu kembali meraih posisi prioritas melalui prestasi gemilang.
Dalam pemandangan umum peserta, Sekretaris Umum Wushu Sulawesi Selatan, Ayuzar Mansir, ST, SH, MH, menyampaikan apresiasi terhadap laporan pertanggungjawaban PB Wushu Indonesia yang dinilai telah menjalankan berbagai program organisasi dan peningkatan prestasi dengan baik. Ia juga mengusulkan pentingnya kehadiran bapak angkat atau dewan kehormatan sebagai penyantun pembinaan Wushu di tingkat provinsi, serta perlunya rekomendasi PB Wushu Indonesia agar pengembangan Wushu semakin kuat, berkelanjutan, dan mampu melahirkan generasi atlet bermental juara. (*Rz)

