PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Pernyataan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam pembukaan Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan di Graha Pena, Selasa (2/6/2026), memantik reaksi keras dari kalangan insan pers.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyinggung keberadaan media yang dinilai hanya melakukan copy-paste (salin-tempel), menggunakan judul sensasional, hingga keberadaan wartawan yang disebutnya “abal-abal”.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan memastikan pihak yang berinteraksi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merupakan insan pers yang telah terverifikasi dan memiliki sertifikat uji kompetensi.
Pernyataan tersebut langsung mendapat sorotan tajam dari sejumlah organisasi wartawan di Sulawesi Selatan.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan, Rizal Rahman, meminta Wali Kota Makassar agar tidak sembarangan melontarkan pernyataan yang dinilai menyudutkan profesi wartawan.
”Jangan asal bunyi kalau bicara soal profesi wartawan. Organisasi wartawan itu banyak. Jangan seenaknya memberi stigma abal-abal tanpa menjelaskan siapa yang dimaksud,” tegas Rizal Rahman.
