“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Manggala. Kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman MAKI sangat membantu program pemerintah, khususnya dalam upaya pemberantasan narkoba,” ujarnya.
Menurut Samuel, para pelaku kejahatan, termasuk jaringan peredaran narkoba, kini terus mengubah pola dan strategi dalam menjalankan aksinya. Mereka cenderung memanfaatkan situasi ketika pengawasan masyarakat mulai berkurang.
“Transaksi narkoba saat ini tidak lagi dilakukan di tempat-tempat ramai. Mereka mencari waktu dan situasi yang dianggap aman, seperti saat malam hari atau ketika masyarakat sedang beristirahat. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan RT, RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam mendeteksi serta mencegah peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
“Kami selalu menyampaikan dalam setiap kegiatan agar masyarakat membantu pemerintah dan aparat keamanan. Karena bagaimanapun, TNI, Polri maupun pemerintah daerah memiliki keterbatasan personel dan jangkauan pengawasan. Dukungan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pemberantasan narkoba,” tegasnya.
Samuel juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa terus melakukan patroli rutin di sejumlah titik rawan guna mempersempit ruang gerak para pelaku peredaran narkotika.
“Kami bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa terus melakukan patroli dan pemantauan wilayah. Tujuannya adalah mempersempit pergerakan jaringan peredaran narkoba yang hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi masyarakat,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Pembina MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Sulawesi Selatan, M. Yusri Maliang, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Manggala terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut.
Ia mengaku bersyukur melihat antusiasme pemerintah kecamatan dan masyarakat yang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kecamatan Manggala. Bahkan, Camat Manggala secara langsung memfasilitasi kegiatan ini. Hal ini menunjukkan adanya komitmen yang kuat untuk menjadikan wilayah Manggala bebas dari narkoba,” ujarnya.
Yusri menjelaskan bahwa sosialisasi P4GN yang dilaksanakan di Kecamatan Manggala merupakan bagian dari program MAKI Sulawesi Selatan yang menargetkan seluruh kecamatan di Kota Makassar.
“Sesuai program lembaga kami, MAKI menyisir 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar. Kecamatan Manggala menjadi titik keempat yang kami kunjungi. Kami berharap melalui kegiatan ini kesadaran masyarakat semakin meningkat dan mampu menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba,” tuturnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, seluruh pihak yang hadir berharap terbentuknya sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan warga dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi melindungi generasi masa depan bangsa. (And)
