Achi juga mengungkapkan, sistem baru ini menjadi solusi atas berbagai kendala teknis yang sebelumnya terjadi, seperti gangguan server akibat tingginya akses.
Tahun ini, kata dia, setiap jenjang pendidikan telah didukung server tersendiri untuk memastikan kestabilan sistem.
Dengan sistem full online, masyarakat kini dapat mengakses seluruh informasi secara lengkap, mulai dari tata cara pendaftaran, alur seleksi, hingga pengumuman hasil tanpa harus mendatangi sekolah tujuan.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyebut peluncuran SPMB terintegrasi LONTARA+ merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya.
Ia menegaskan, pembaruan sistem dilakukan untuk menutup celah kecurangan sekaligus menghilangkan persoalan teknis yang selama ini memicu ketidakpercayaan publik.
Munafri menyoroti pentingnya sistem yang stabil, mengingat gangguan seperti server down kerap menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat.
Menurutnya, transparansi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan siswa baru.
Dengan sistem yang terbuka, seluruh tahapan mulai dari pendaftaran hingga hasil akhir dapat dipantau langsung oleh masyarakat secara real-time.
Ia juga menegaskan, selama ini keluhan masyarakat lebih banyak ditujukan kepada pemerintah kota, sehingga diperlukan sistem yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan bersama.
Melalui integrasi LONTARA+, Pemerintah Kota Makassar optimistis pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih tertib, adil, serta bebas dari praktik yang tidak transparan, tandas Walikota Makassar Munafri Arifuddin. (Hdr)
