Ia juga menjelaskan berbagai jenis narkoba beserta dampaknya, mulai dari gangguan kesehatan fisik dan mental, menurunnya produktivitas, hingga rusaknya hubungan sosial dan keluarga.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, mulai dari asesmen, terapi, konseling, hingga pendampingan pascarehabilitasi.
Materi lainnya disampaikan Kepala UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar Masri. Ia memaparkan sejumlah program rehabilitasi sosial yang dijalankan UPT RPTC untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan pemulihan.
Menurut Masri, peran keluarga sangat menentukan dalam proses pencegahan maupun pemulihan penyalahgunaan narkoba. Perhatian, komunikasi yang baik, dan pengawasan keluarga dinilai menjadi faktor utama dalam membangun ketahanan diri anak dan remaja.
“Masalah narkoba bukan hanya masalah individu, tetapi masalah sosial yang menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh kader TP PKK untuk terus mengedukasi masyarakat dan memperkuat fungsi keluarga,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar Syahriati Syahrum menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan KRISAN.
Ia menilai upaya menciptakan generasi sehat tanpa narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga yang kuat dan harmonis.
“Dimulai dari membentengi keluarga, insya Allah lambat laun kita dapat menurunkan berbagai permasalahan sosial yang ada di masyarakat,” kata Syahriati. (Hdr)
