“Sekarang ini dunia media sosial sangat bebas. Apa saja bisa diunggah, tapi tentu ada konsekuensi hukum jika melanggar aturan,” tegasnya.
Ia mengaku belum mengetahui motif maupun pihak yang berada di balik peretasan akun tersebut.
Sebagai informasi, Asmar Lambo dikenal luas sebagai penceramah dengan jangkauan pengikut yang besar di media sosial. Akun Facebook miliknya memiliki sekitar 1,2 juta pengikut, sementara akun Instagramnya mencapai 1,1 juta followers.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan dugaan penipuan lelang emas murah yang mencatut nama Owner PT Aslam Group melalui akun Instagram palsu. Informasi tersebut menyebar luas dan memicu keresahan masyarakat.
Pihak Aslam Group menegaskan bahwa informasi lelang emas murah tersebut bukan berasal dari manajemen resmi, dan meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap akun atau penawaran yang mengatasnamakan perusahaan maupun pemiliknya. (Deden)

