Walubi Sulsel Apresiasi Dharma Santi Hari Raya Nyepi, Pererat Tali Silaturahmi Lintas Iman

Ramzy
Ramzy 582 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar menggelar “Dharma Santi Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026M Kota Makassar”. Berlangsung di Hotel Harper Perintis, Makassar pada Jumat (3/4/2026) malam.

Acara Dharma Santi dihadiri oleh Forkopimda Sulsel, Forkopimda Kota Makassar, TNI dan Polri, pengurus FKUB Sulsel, pengurus FKUB Kota Makassar, tokoh majelis lintas agama, tokoh umat Hindu dan para tamu undangan.

Sejumlah pejabat yang hadir, diantaranya: Gubernur Prov. Sulsel diwakili Kaban Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, SH, MH, Kakanwil Kemenag Sulsel diwakili Kakan Kemenag Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag, M.Ag, Wali Kota Makassar, H. Munafri Arifuddin, SH, Kepala Pengadilan Negeri Makassar, Dr. I Wayan Gede Rumega, SH, MH, Wakil Wali Kota Makassar, Hj. Aliyah Mustika Ilham, SE, M.A.P, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, serta Kaban Kesbangpol Kota Makassar, Dr. Ir. Fathur Rahim, ST, MT, IAI.

Mewakili Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulsel, Henry Sumitomo yang sedang berada di luar kota. Wakil Ketua 3 DPD Walubi Sulsel, Miguel Dharmadjie, ST, CPS®, CCDd® hadir dalam acara Dharma Santi ini.

Kehadiran tamu undangan disambut hangat oleh Ketua PHDI Sulsel, Gede Durahman, SE dan Ketua PHDI Kota Makassar, Drs. Dewa N. Mahendra, MM.

Dalam sambutannya, Ketua PHDI Kota Makassar mengatakan. Dharma Santi Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026M Kota Makassar, merupakan akhir dari rangkaian Hari Raya Nyepi Tingkat Kota Makassar.

Dimulai dari Melasti, Tawur Kesanga hingga puncaknya berupa Tapa Brata pada Hari Raya Nyepi pada tanggal 19 Maret 2026.

Pada Tapa Brata yang dikenal dengan nama Catur Brata Penyepian, umat Hindu melakukan empat pantangan utama. Untuk menyucikan diri dan alam selama 24 jam (mulai fajar hingga fajar keesokan harinya).

Baca juga :  Jangan Lewatkan, "1 Coto 5 Ketupat" : Kisah Keluarga, Tawa, dan Haru yang Menggugah Jiwa

Empat pantangan utama itu meliputi: Amati Geni (tidak menyalakan api/lampu), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).

Dharma Santi Perayaan Hari Raya Nyepi merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi antara umat Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi. Dengan keluarga, tetangga dan masyarakat sekitar yang memberikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi.

Adapun Tema Nasional Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026M adalah “Vasudhaiva Kutumbakam” – Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!