Membangun Dunia Lebih Adil dan Sehat

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh: Prof. Dr. Hj. A. Niniek F. Lantara, S.E., M.Si (Guru Besar Ilmu Manajemen UMI Makassar)

Memasuki tahun 2022 menandakan telah 2 tahun lebih pandemi Covid-19 menyerang seluruh dunia dan menyebabkan krisis kesehatan terburuk dalam abad terakhir.

Per Januari 2022 lebih dari 5,5 juta orang di seluruh dunia meninggal dunia akibat virus COVID-19. Di Indonesia sendiri telah mencapai 4,2 juta kasus positif dan menelan 144 ribu korban jiwa.

Kondisi ini tentu saja mempunyai dampak kesehatan jangka panjang dan luas. Pandemi telah menyebabkan jutaan orang menanggung beban dalam hal berbagai aspek seperti emosional, sosial, dan juga kesejahteraan ekonomi.

Kehilangan pekerjaan dan berkurangnya pendapatan menyebabkan kekhawatiran akan ketersediaan pangan; terganggunya layanan kesehatan di seluruh dunia; dan menyebabkan dampak buruk pada kesehatan mental dan fisik.

Biaya dikeluarkan untuk Covid-19 juga sangat tinggi sehingga menuntut masyarakat maupun pemerintah melakukan hal-hal yang tidak seperti biasanya.

Bahwa harus berkomitmen untuk membangun dunia yang lebih adil dan lebih sehat dengan cara kita harus meninjau kesetaraan kesehatan ini jauh lebih serius dibandingkan sebelumnya – dan menggali berbagai faktor sosial maupun ekonomi yang menjadi penyebab dari ketidakadilan dalam bidang kesehatan.

Pemerataan Kesehatan

Kesetaraan kesehatan adalah tidak adanya perbedaan status kesehatan di antara berbagai golongan masyarakat. Kesetaraan kesehatan bisa dicapai ketika setiap orang mendapatkan hak penuh mereka atas kesehatan dan kesejahteraan.

Ketimpangan kesehatan dan Covid-19 Di seluruh dunia wabah ini telah berjalan seiring dengan ketidakadilan kesehatan yang ada. Hal ini ditunjukkan dengan fakta bahwa kasus dan kematian wabah ini di daerah tertinggal terjadi dua kali lipat dibandingkan dengan daerah maju.

Ketidaksetaraan kesehatan sendiri terlihat jelas di sekitar kita: masyarakat yang terkena dampak wabah ini paling parah adalah para pasien usia lanjut; masyarakat ekonomi rendah yang memiliki komorbid seperti penyakit jantung dan diabetes.

Baca juga :  Apa yang Salah di SPMB Sulsel ???

Daerah tanpa akses internet yang sulit menerima informasi terbaru untuk melindungi diri mereka sendiri; masyarakat yang tidak mampu melakukan pembayaran untuk pengobatan; dan mereka yang terpinggirkan secara sosial, misalnya tunawisma atau migran, yang mungkin juga mengalami hambatan dalam menerima bantuan pemerintah terkait Covid-19.

Penyebab ketidakadilan kesehatan

Kesehatan dan penyakit mengikuti gradien sosial-semakin rendah posisi sosial ekonomi seseorang, semakin buruk pula peluang mereka dalam hal kesehatan.

Kesenjangan ini dipengaruhi dari hal seperti di mana seseorang dilahirkan, tumbuh, hidup, bekerja, dan bertambah usia, dan akses mereka terhadap kekuasaan, sumber daya, dan pengambilan keputusan.

Kondisi ini meliputi pendidikan seseorang; penghasilan; akses ke perlindungan sosial, akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan gizi yang baik; akses ke perumahan yang sehat dan udara bersih; dan untuk pelayanan keuangan dan peradilan.

Diskriminasi terjadi tidak hanya di antara individu, tetapi sering kali tertanam di dalam institusi dan sistem, yang menyebabkan seluruh populasi kurang terwakili dalam pengambilan keputusan di semua tingkatan, menerima pelayanan yang lebih rendah, dan oleh karena itu mengalami peluang hidup yang lebih buruk.

1
2TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Pahlawan-Pahlawan Kerajaan Bajeng Melawan Penjajah Belanda

Oleh : Drs. Abd. Kahar Pattola ( Raja Bajeng XIX ) PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ada suatu ungkapan bahwa “Setiap Masa ada Pemimpinnya dan setiap...

Bayi Terlahir di Puncak ‘Ncanga’ itu, Kini Profesor!

Oleh M.Dahlan Abubakar PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Matahari belum terlalu tinggi di belahan langit timur Desa Boro 21 Juli 2025....

KEMERDEKAAN DAN PANGAN KITA

Oleh : Muliadi Saleh Kemerdekaan bukan hanya soal mengibarkan bendera, melainkan bagaimana bendera itu tetap berkibar dalam perut yang...

Pramuka di Era Digital, Kolaborasi untuk Ketahanan Bangsa

Oleh: Andi Fahri Makkasau (Andalan Nasional / Kepala Pusdiklatda Sulawesi Selatan) PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ditengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang...