Laporan M. Dahlan Abubakar
PENULIS agak sulit melakukan wawancara yang lebih lama dengan Ina Sei dan anak-anaknya karena mereka sibuk melayani para pengunjungnya. Apalagi pada saat kunjungan penulis, juga tiba di saung Ina Sei rombongan Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putra Ferryandi, S.IP, putra sulung pasangan mendiang H. Ferry Zulkarnaen, ST (Bupati Bima dan Sultan Bima XVI) - Hj. Indah Damayani Putri, SE (Bupati Bima sekarang).
Rombongan Putra Mahkota Bima ini menumpang beberapa mobil. Ketua DPRD Kabupaten Bima sendiri duduk di kursi depan mobil “double cabin” Exrada hitam dan sempat melambaikan tangan kepada penulis (mungkin setelah diberitahu adik penulis Drs. Kaharuddin Abubakar, mantan Kepala Desa Kanca Parado yang juga “anak emas” almarhum ayahnya, H.Ferry Zulkarnaen ketika masih hidup dan menjabat Bupati Bima).
Sedikit tentang Putra Mahkota ini. Dae Yandi, begitu dia akrab disapa, dinobatkan sebagai Jenateke XXVII berdasarkan keputusan Tim Sembilan Majelis Adat Sara Dana Mbojo tahun 2016. Jenateke merupakan gelar untuk Putra Mahkota Kesultanan Bima sebelum dinobarkan menjadi sultan. Putra Mahkota ini disebut-sebut bakal menjadi pelanjut ibunya (Indah Damayanti Putri) memimpin Kabupaten Bima ke depan.
Selain berlatar belakang pendidikan Ilmu Pemerintahan, Dae Yandi yang dilahirkan di Dompu 12 Desember 1995 merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung (2017). Pendidikan agama Putra Mahkota ini diperoleh ketika belajar di Madrasah Sanawiah Negeri 1 Bima setelah menempuh pendidikan di SDN 02 Kota Bima. Setelah tamat SMA Negeri 1 Bima, dia melanjutkan pendidikan ke Unpad Bandung.
Pengalaman sebagai pemimpin bermula ketika dia menjadi Ketua OSIS dan Ketua Pramuka SMA Negeri 1 Bima (2011-2012). Dia merupakan salah seorang pemain yang memperkuat tim basket sekolahnya menjuarai kompetisi basket se-Pulau Sumbawa. Juga tercatat sebagai inisiator Kegiatan Promosi Pariwisata Kabupaten Bima, di antaranya Teka (mendaki) Tambora dan Jelajah Alam Bima.
Dae Yandi mulai terjun ke politik pada tahun 2019 secara profesional ketika mencalonkan diri sebagai salah seorang calon anggota legislatif mengendarai Partai Golkar untuk daerah pemilihan II (Kecamatan Bolo dan Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima). Dia mengantongi 4.729 suara sebagai modalnya menjadi anggota DPRD Kabupaten Bima 2019-2024 dan mengantar Partai Golkar meraih kursi mayoritas (9) di DPRD Kabupaten Bima yang memiliki anggota 45 orang dengan 11 partai politik. Dia menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bima per 18 Oktober 2019, dalam usianya yang masih belia, 23 tahun.
Menurut Midun, hampir semua pejabat tinggi daerah pernah mampir mencicipi hidangan ikan bakarnya. Ya, terakhir ketika kunjungan penulis itu, Ketua DPRD Kabupaten Bima, yang juga Putra Mahkota Sultan Bima. (Bersambung)