Perjalanan Tri-Lintas (6) : Keberanian Para Perempuan Penerima Kusala

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh : Musdah Mulia

Dari namanya, International Woman of Courage Award, kriteria utama penelitian adalah keberanian memperjuangkan hak asasi manusia meski tantangannya sangat berat. Para perempuan penerima award itu telah berjuang sepenuh hati, bahkan tanpa memikirkan keselamatan jiwanya. Mereka menghadapi tantangan, baik berupa budaya patriarkal yang sangat kuat, tantangan struktural yang masih feodalistik, serta resistensi tokoh agama dan kelompok Islamis yang masih anti terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM karena memandang keduanya adalah produk Barat yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Tidak mudah bagi para perempuan tersebut mengkampanyekan nilai-nilai demokrasi dan HAM, khususnya hak-hak perempuan. Namun, mereka juga bukan orang yang mudah menyerah dan faktanya kegigihan dan keuletan mereka berhasil, meski tidak seluruhnya. Mereka berhasil melepaskan sebagian perempuan dari kungkungan budaya patriarki sehingga secara pelan tapi pasti, perempuan mulai menyadari hak-hak asasinya sebagai manusia dan sebagai warga negara penuh yang harus dilindungi negara. Perempuan mulai berani tampil di ruang publik menyuarakan kepentingan mereka dan masyarakat luas.

Masalahnya, kebanyakan umat Islam masih memandang HAM bertentangan dengan ajaran Islam, padahal penegakan HAM merupakan pilar utama dari penegakan demokrasi dan inti demokrasi telah diperkenalkan oleh Rasulullah SAW pada abad ke-7 Masehi dengan konsep Negara Madinah yang selanjutnya dikembangkan oleh para Khulafa Rasyidin.
Tidak mudah bagi para perempuan Islam untuk menegakkan nilai-nilai HAM karena para pemuka Islam cenderung mengabaikan penegakan HAM terutama hak asasi perempuan, bahkan tidak sedikit menganggap perempuan tidak memiliki hak apa pun. Masih ada masyarakat yang menganggap perempuan hanyalah objek belaka atau sekadar milik keluarga atau milik dari para lelaki. Tidak heran jika perempuan dianggap sekadar konco wingking, hanya pantas berada di area kasur, sumur dan dapur. Pandangan jahiliyah ini harus dihapuskan karena bukan hanya menggerus kemanusiaan perempuan, melainkan juga merugikan bangsa, merugikan negara, juga menodai kemuliaan Islam itu sendiri. Bahkan, mencabik bangunan peradaban manusia.

Baca juga :  Pengamat: Dasar Mafia! Harga Beras Melonjak Rp 5.000 di Tengah Stok Melimpah, Produsen Besar Manipulasi Harga

Amat mengerikan!

Sebelum acara penerimaan award, kami semua dikumpulkan dalam sebuah forum round table discussion, di sinilah kami saling mengenal satu sama lain secara lebih intens. Kami semua diminta menjelaskan aktivitas terkait upaya penegakan demokrasi, penegakan HAM, terutama hak asasi perempuan, hambatan dan tantangan serta strategi yang kami tempuh, serta harapan dan saran kepada panitia penyelenggara, sekaligus juga masukan untuk pemerintah A.S. Di saat itulah panitia membagikan kepada kami sebuah file berisi identitas penerima award lengkap dengan aktivitas mereka selama ini. Bukan sekedar CV, tetapi lebih mirip kisah perjuangan yang ditulis secara obyektif tanpa melibatkan subyek yang ditulis. Rupanya panitia telah bekerja keras mengumpulkan semua jejak rekam kami selama ini sehingga pertemuan tersebut hanyalah mengkonfirmasi data yang sudah terkumpul. Kami saling berpandangan membaca file tersebut, sungguh patut diapresiasi kerja penyelenggara award ini.

1
2TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Data Resmi Kemenag Wajo, Pernikahan dibawah Umur Turun Signifikan hingga November 2025

PEDOMANRAKYAT, WAJO - Kementerian Agama Kabupaten Wajo melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam mencatat tren positif...

Rudolf Simbolon Dukung Imbauan Wali Kota Jaktim, Perayaan Malam Tahun Baru Tak Perlu Berlebihan

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA TIMUR - Ketua Pokja PWI Jakarta Timur yang juga Ceo Wartapembaruan.co.id Rudolf Simbolon menyampaikan apresiasi kepada...

Solidaritas untuk Korban Bencana, Jaktim Rayakan Tahun Baru 2026 Secara Sederhana

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA TIMUR – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, mengimbau seluruh masyarakat untuk merayakan malam pergantian Tahun...

Natal dan Tahun Baru Berlangsung Aman, Camat Tomoni Timur Apresiasi Sinergi Semua Pihak

PEDOMANRAKYAT, LUWU TIMUR - Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, berlangsung...