PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran purnabakti Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai aset strategis bangsa dalam memperkuat pembangunan pertanian nasional.
Menurut Mentan Amran, pengalaman dan keahlian para purnabakti merupakan modal utama dalam mengawal transformasi pertanian dari hulu hingga hilir melalui kebijakan yang tepat, manajerial yang kuat, serta keberanian membenahi regulasi.
“Negara sangat membutuhkan pemikiran, pengalaman, dan keahlian Bapak dan Ibu semua. Ilmu yang dimiliki para purnabakti tidak tergantikan dan tidak bisa diperjualbelikan. Inilah yang bisa menjadi kekuatan utama kita dalam membangun pertanian nasional,” ujar Mentan Amran dalam pertemuan yang dihadiri purnabakti Kementan, yang terdiri atas mantan Menteri Pertanian serta purnabakti pejabat Eselon I, II, dan III dari berbagai lintas bidang dan periode kepemimpinan di Kalibata, Jakarta, Jumat (23/1/26).
Mentan Amran menambahkan bahwa keberhasilan sektor pertanian selama ini tidak lepas dari kontribusi para senior Kementan yang telah mengabdi puluhan tahun. Oleh karena itu, keterlibatan purnabakti dalam bentuk pemberian masukan, pendampingan teknis, hingga pengawalan kebijakan dinilai sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Pengalaman puluhan tahun para purnabakti adalah fondasi kuat bagi generasi penerus. Kami ingin membangun budaya kerja yang berkesinambungan, di mana para senior tetap berperan memberikan arahan dan nasihat strategis,” tambah Mentan Amran.
Dalam suasana silaturahmi tersebut, Mentan Amran turut memaparkan arah dan program kerja Kementan dalam penguatan pembangunan sektor pertanian. Ia menjelaskan bahwa Kementan saat ini tidak hanya mendorong pengembangan sektor pangan, tetapi juga fokus memperkuat sektor perkebunan, peternakan, dan subsektor lainnya hingga ke hilirisasi sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing ekspor.
“Untuk sektor perkebunan, pada tahun ini Kementerian Pertanian memfokuskan pengembangan pada sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kopi, kakao, tebu, pala, dan komoditas strategis lainnya, seiring dengan terbukanya peluang besar di pasar global,”kata Mentan.
Upaya dan arah kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian periode 1998–2003, Justika Baharsjah. Menurutnya, pertemuan antara Mentan Amran dan para purnabakti menjadi forum strategis untuk memahami posisi serta arah pembangunan pertanian nasional ke depan.

