“Saya kira pertemuan dengan Pak Amran tadi sangat baik. Kita jadi tahu dengan jelas di mana posisi kita sekarang dan apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kondisi pertanian ke depan. Ini penting agar kita tidak jalan di tempat,” ujar Justika.
Justika menilai, di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan dan semakin terarah, bahkan memperoleh pengakuan positif dari berbagai pihak, termasuk di tingkat internasional.
“Kemajuan sektor pertanian di bawah kepemimpinan Pak Amran dinilai sangat baik dan mendapat pengakuan dari luar. Saya sangat mengapresiasi upaya beliau yang terus mendorong kemajuan dan tidak berhenti pada capaian yang ada,” tegasnya.
Sementara Menteri Pertanian periode 2004–2009, Anton Apriyantono, menilai capaian sektor pertanian saat ini merupakan prestasi positif yang patut dibanggakan, namun menekankan pentingnya fokus yang lebih spesifik, khususnya pada swasembada beras yang berkelanjutan.
“Saya kira banyak capaian positif yang diraih, dan itu tentu menjadi sesuatu yang membanggakan. Namun ke depan, arah kebijakan perlu semakin spesifik, misalnya dalam konteks swasembada beras, agar targetnya jelas dan terukur,” ujar Anton.
Anton mengingatkan bahwa upaya mengejar peningkatan produksi harus dibarengi dengan strategi kesinambungan jangka panjang. Ia menekankan pentingnya mengantisipasi perubahan iklim dan dinamika alam agar keberhasilan yang dicapai tidak bersifat sementara.
“Ketika kita bicara swasembada, yang selalu terlintas adalah bagaimana kesinambungannya. Kita bisa belajar dari kisah Nabi Yusuf tentang tujuh tahun masa subur dan tujuh tahun masa paceklik. Ini menjadi pelajaran penting agar keberhasilan hari ini juga tetap terjaga di masa depan,”tukas Anton.
Pertemuan ini juga diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara Kementerian Pertanian dan para purnabakti sebagai mitra strategis dalam mengawal agenda besar pembangunan pertanian nasional, menjaga ketahanan pangan, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen pangan utama dunia. (*)

