Menggantung Asa di Kotak Suara Bekas: Cerita Sore dari Pos Sat Kamling Putra I Pisang Utara

Ramzy
Ramzy 144 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMAN RAKYAT, MAKASSAR – Matahari sore di Jalan Gunung Lompobattang bersinar begitu cerah pada Jumat (22/5/2026). Langit bersih di atas Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang, seolah memberikan restu bagi sebuah agenda warga yang krusial: peresmian sekaligus pemilihan pengurus Satuan Keamanan Lingkungan (Sat Kamling) Putra I untuk wilayah RW 001 dan RW 002.

​Di teras Pos Sat Kamling yang sederhana, suasana hangat langsung terasa. Tokoh masyarakat, Babinsa, Binmas, hingga sang Lurah, Nur Cholis, S.Tr.IP, duduk bersama warga. Agenda hari itu jelas, melanjutkan estafet kepemimpinan pasca terpilihnya Ahmadiah, SH sebagai Ketua Sat Kamling. Tugas sore itu adalah mencari sosok Wakil Ketua melalui jalur demokrasi akar rumput.

​”Pertemuan sore ini khusus untuk memilih wakil ketua yang akan mendampingi Pak Ahmadiah,” ujar Nur Cholis di hadapan para undangan.

​Sebelum peluit pemilihan ditiup, proses administratif telah berjalan. Pendaftaran dibuka untuk posisi wakil ketua, sekretaris, bendahara, hingga anggota regu patroli. Namun, di sinilah ironi itu mulai merayap di antara cerahnya cuaca Makassar.

​Demokrasi “Kotak Dos” dan Nasihat Kenyamanan

​Proses pemilihan berjalan unik sekaligus bersahaja. Sebuah dos air mineral bekas disulap menjadi kotak suara. Kertas putih potongan kecil dibagikan. Aturannya mudah: warga cukup menuliskan nomor urut calon pilihan mereka setelah proses pengundian nomor selesai. M. Hidayat mengantongi nomor urut 1, sementara Toto Gamawanto memegang nomor urut 2.

​Sebelum kertas suara dimasukkan ke dalam dos, tokoh masyarakat Daud Bianton memberikan wejangan penting. “Sat Kamling ini bukan hanya soal menjaga keamanan lingkungan dari maling, tapi juga soal menciptakan kenyamanan bagi seluruh warga,” tegasnya.

​Senada dengan itu, Ardhy M. Basir sempat melontarkan interupsi menarik. Ia menyarankan agar ketua terpilih memberikan opsi nama lain di luar dua kandidat agar kontestasi lebih semarak. Namun, karena roda organisasi harus tetap berputar dan chemistry di antara calon sudah dirasa pas, prosesi langsung dilanjutkan.

Baca juga :  Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Pemdes Layoa Gelar Event Balap Motor Cross

​Hasil akhir dari balik dos air mineral itu berbicara mutlak: M. Hidayat unggul telak dengan 14 suara, menyisakan 6 suara untuk Toto Gamawanto. Sementara posisi Sekretaris (Dwi Shinta Bhayangkari), Bendahara (Katerina Maria Lin Ina Getan), dan Anggota Regu Patroli (Umar Mo’o) langsung diketuk palu setelah mereka menyatakan kesediaannya karena menjadi calon tunggal.

​”Dengan terpilihnya Pak Hidayat, pintu tidak tertutup. Peluang besar tetap terbuka bagi Pak Toto untuk bergabung memperkuat tim,” ucap Ahmadiah, SH, menyuntikkan semangat rekonsiliasi.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!