PEDOMANRAKYAT, MEDAN – Turut berduka cita atas matinya masa depan dokter muda di FK UISU. Habis manis sepah dibuang, pepatah ini seakan-akan menggambarkan nasib dari 196 dokter muda di FK UISU.
Matinya rasa empati dekan FK UISU, alih-alih mencarikan solusi tetapi malah mematikan masa depan dan cita-cita anak didiknya begitu saja.
Hal itu diketahui dengan dilaporkannya Dekan FK berinisial DR.dr. MS men- *DO* kan 196 dokter muda dan dugaan penahanan sertifikat profesi dokter.
Kenyataannya pendidikan dokter (umum) dibagi menjadi dua tahapan, pendidikan akademik dan pendidikan profesi yang adalah satu kesatuan.

