Bupati Mamasa Turun Tangan Merasakan Penderitaan Petani Menanam Padi

Ramzy
Ramzy 263 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAMASA - Bupati Mamasa Welem Sambolangi didampingi kepala Dinas Pertanian Bernad turun tangan melakukan penanaman perdana bibit padi di Desa Sindaga Manik, Kecamatan Tandukkaluak Kabupaten Mamasa, Rabu (11/2/2026).

Disela-sela kegiatan tanam padi perdana yang dilakukan secara serempak tersebut, Bupati Welem kepada media menyampaikan bahwa pihaknya turun tangan menanam padi bukan pencitraan yang dibuat-buat, namun merupakan keinginan pemerintah untuk turut merasakan penderitaan kerja keras petani.

“Ini bukan pencitraan yang dibuat-buat, ini murni keinginan pemerintah melihat dan merasakan kerja keras petani, dengan pola tanam yang teratur, serentak dan pengendalian hama secara terpadu berkat tuntunan dari para penyuluh pertanian di tempat ini.” Ujar Welem.

Dia juga sangat mengapresiasi para petani di Desa Sindagamanik, dimana berkat panduan dari para penyuluh pertanian mereka telah menerapkan sistem tanam padi serempak dengan pola tanam jajar legowo.

Sebab menurutnya, hal ini memungkinkan petani dapat mengendalikan hama dan penyakit secara berkala dan proses panen yang serentak.

Di sisi lain lanjut Welem, sistem ini juga semakin meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong-royong dalam mengerjakan sawah dan ladang yang telah diajarkan oleh orang tua secara turun temurun.

Disamping itu, pelaksanaan tanam serempak akan memudahkan pemerintah dalam melaksanakan distribusi bantuan terutama program prioritas bantuan pupuk gratis." Tambahnya.

Terkait dengan beberapa kelompok tani yang masih terhambat dalam pengurusan administrasi untuk memperoleh bantuan pupuk gratis dari Pemda Mamasa. Bupati kembali mengingatkan para penyuluh dan Jajaran Dinas Pertanian kabupaten Mamasa agar memfasilitasi kelompok tani tersebut.

“Saya berharap para penyuluh dan jajaran Dinas pertanian untuk membimbing dan memfasilitasi pengurusan kelompok tani yang masih terhambat. Tidak ada niat mempersulit petani dalam memperoleh pupuk gratis dengan berbagai persyaratan yang ada karena pemerintah mau memberikan bantuan tetapi persyaratan yang ada mutlak dipenuhi karena itu adalah syarat dari perbankan, BPK dan pihak terkait lainnya. Intinya pupuk gratis jalan tetapi pertanggungjawaban juga aman.” Jelas Bupati.

Baca juga :  Bawaslu Barru Diminta Fokus Tingkatkan SDM

Lebih lanjut, Bupati Welem meminta kepada para petani untuk konsisten dan semangat untuk menanam termasuk sayur-sayuran, jagung, kopi dan kakao untuk memenuhi kebutuhan dan kecukupan pangan dan terutama menambah penghasilan.

“Jangan pesimis teruslah menanam apalagi sekarang ada program MBG yang membutuhkan produk lokal secara berkesinambungan. 85% penduduk Mamasa adalah petani, maka tidak ada alasan pemerintah untuk tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya yaang sebagian besar petani.” Kunci Welem.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian Bernard, SP juga menyampaikan rencana dinasnya untuk melaksanakan pilot project produksi bibit padi unggulan yang dipusatkan di suatu wilayah mengingat salah satu kendala dalam pengembangan tanaman padi adalah terbatasnya penyediaan bibit unggul. (Wan)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!