Disamping itu, pelaksanaan tanam serempak akan memudahkan pemerintah dalam melaksanakan distribusi bantuan terutama program prioritas bantuan pupuk gratis.” Tambahnya.
Terkait dengan beberapa kelompok tani yang masih terhambat dalam pengurusan administrasi untuk memperoleh bantuan pupuk gratis dari Pemda Mamasa. Bupati kembali mengingatkan para penyuluh dan Jajaran Dinas Pertanian kabupaten Mamasa agar memfasilitasi kelompok tani tersebut.
“Saya berharap para penyuluh dan jajaran Dinas pertanian untuk membimbing dan memfasilitasi pengurusan kelompok tani yang masih terhambat. Tidak ada niat mempersulit petani dalam memperoleh pupuk gratis dengan berbagai persyaratan yang ada karena pemerintah mau memberikan bantuan tetapi persyaratan yang ada mutlak dipenuhi karena itu adalah syarat dari perbankan, BPK dan pihak terkait lainnya. Intinya pupuk gratis jalan tetapi pertanggungjawaban juga aman.” Jelas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Welem meminta kepada para petani untuk konsisten dan semangat untuk menanam termasuk sayur-sayuran, jagung, kopi dan kakao untuk memenuhi kebutuhan dan kecukupan pangan dan terutama menambah penghasilan.
“Jangan pesimis teruslah menanam apalagi sekarang ada program MBG yang membutuhkan produk lokal secara berkesinambungan. 85% penduduk Mamasa adalah petani, maka tidak ada alasan pemerintah untuk tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya yaang sebagian besar petani.” Kunci Welem.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian Bernard, SP juga menyampaikan rencana dinasnya untuk melaksanakan pilot project produksi bibit padi unggulan yang dipusatkan di suatu wilayah mengingat salah satu kendala dalam pengembangan tanaman padi adalah terbatasnya penyediaan bibit unggul. (Wan)

