Apalagi kata Burhanuddin, PMK tersebut penyebarannya sangat cepat dan bisa mencapai diatas 90 persen. “Artinya jika ada satu ternak terkontaminasi PMK maka penyebarannya bisa diatas 90 persen ke ternak yang ada di wilayah tersebut,” jelasnya.
Meski saat ini Provinsi Sulsel masih aman dari kasus PMK, namun berdasarkan laporan dari Dinas Peternakan Provinsi Sulsel, ada dua Kabupaten di Sulsel yang suspect atau dicurigai terkontaminasi PMK berdasarkan ciri-ciri dari penyakit hewan yang ada di daerah tersebut yaitu di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.
“Untuk itu kita tetap mesti waspada jika ada indikasi ternak yang sakit maka segera lapor ke petugas kami karena petugas kami tersebar di 9 kecamatan sehingga kita bisa lakukan deteksi dini,” kata Burhanuddin.
Terkait dengan hewan kurban yang ada di Sinjai, pihaknya menjamin kesehatan ternak sapi yang ada di Sinjai aman untuk disembelih dan dikonsumsi saat Hari Raya Kurban 1443 Hijriyah. (AaN)

