Cekcok Pilkada Berujung Penganiayaan : Kisah di Balik Insiden di Maros

Zainal
Zainal 298 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAROS – Di sebuah desa kecil di Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, perbedaan pilihan politik dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) memicu insiden kekerasan yang kini menyisakan luka fisik dan emosi bagi dua keluarga. Peristiwa ini terjadi di Dusun Takkalasi, Desa Temmappaduae, Rabu (20/11/2024) sore.

Adalah KA (39), seorang pekerja harian lepas, yang kini harus berurusan dengan polisi usai melakukan penganiayaan terhadap MN (47), seorang wiraswasta yang juga tetangganya.

Insiden itu berlangsung di belakang rumah orang tua MN, dipicu oleh cekcok terkait pilihan politik, diperparah oleh pengaruh minuman keras tradisional berjenis ballo.

Pertikaian yang Berawal dari Sepele

Menurut penuturan Kasubsi Penmas Polres Maros, Ipda A. Marwan P. Afriady, keduanya awalnya terlibat adu argumen ringan yang berkembang menjadi perdebatan panas.

“Awalnya cekcok karena beda pilihan dalam Pilkada, pelaku juga dalam keadaan mabuk,” ujar Marwan.

Tak lama setelah perdebatan itu, emosi KA meledak, dan ia menyerang MN. Akibat serangan tersebut, MN menderita luka-luka dan telah menjalani pemeriksaan medis serta visum. Laporan mengenai insiden ini diterima Polres Maros pada hari kejadian, dengan nomor laporan LP/B/310/XI/2024.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Dalam Sehari, Satresnarkoba Ungkap Tiga Kasus Perederan Narkoba di Toraja Utara
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!