“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memperkuat solidaritas antar pelaku UMKM,” ujarnya.
Menjelang waktu berbuka, percakapan mulai melambat. Doa dipanjatkan dengan khidmat. Ketika azan magrib berkumandang, air putih menjadi pembuka kebahagiaan sederhana yang dinikmati bersama.
Di momen itu, terasa bahwa buka puasa bukan sekadar mengakhiri lapar dan dahaga. Ia menjadi ruang untuk merasakan kembali makna kebersamaan—bahwa perjalanan hidup, termasuk perjalanan membangun usaha, akan terasa lebih ringan ketika dilalui bersama.
Usai berbuka, acara dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah dan diskusi ringan. Para anggota saling berbagi pengalaman tentang jatuh bangun mengembangkan usaha.
Ada yang menceritakan keberhasilan kecil yang membanggakan, ada pula yang membagikan tantangan yang sedang dihadapi.
Percakapan itu mengalir santai, namun sarat makna. Dari sana lahir inspirasi, semangat baru, serta keyakinan bahwa komunitas adalah tempat terbaik untuk saling menguatkan.
Bagi UMKM Anak Modul, kegiatan seperti ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah pengingat bahwa di balik setiap usaha kecil, ada persaudaraan yang terus dijaga.
Di bawah langit Ramadan yang teduh, para alumni dan pelaku UMKM itu pulang dengan hati yang lebih hangat membawa semangat baru untuk terus tumbuh, bersama. (Ardhy M Basir)

