Sementara itu, dosen pendamping UNM, Rusdi, menilai program magang memberikan manfaat besar bagi mahasiswa karena mampu mempertemukan dunia akademik dengan dunia kerja secara langsung.
Ia menjelaskan, program magang di UNM saat ini memiliki bobot 20 SKS sehingga sangat membantu mahasiswa dalam mempercepat penyelesaian studi.
“Dulu namanya kampus merdeka, sekarang berubah menjadi kampus berdampak. Program magang paling banyak diminati karena memiliki konversi 20 SKS mata kuliah, sedangkan program reguler hanya enam SKS,” ujarnya.
Rusdi menambahkan, ke depan pihak kampus akan memperketat seleksi mahasiswa yang mengikuti program magang, terutama dalam penguasaan teknologi informasi dan kemampuan penggunaan perangkat digital lainnya. (Hdr)

