PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Hajatan lima tahunan Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai sebagai momentum krusial untuk memperkuat internal organisasi. Pandangan ini dilontarkan oleh jurnalis senior sekaligus mantan Pemimpin Redaksi Harian Pedoman Rakyat (1987-2007), Dr. H. Laode Arumahi, MH, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa sebagai wadah profesi jurnalis, konsolidasi ini setidaknya harus mampu melahirkan empat pilar penguatan utama. Pilar-pilar inilah yang nantinya akan menjadi fondasi kokoh bagi jajaran pengurus baru setelah konferensi usai.
Pilar pertama yang disoroti adalah penguatan kelembagaan. Arumahi menekankan pentingnya figur pengurus yang memiliki rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi terhadap organisasi. Dengan begitu, mereka akan berkomitmen menjaga kehormatan PWI dan membawa organisasi ini tampil unggul di antara lembaga sejenis.
Pilar kedua adalah rasa tanggung jawab (sense of responsibility). Setiap individu di dalam kepengurusan dituntut untuk menginternalisasi seluruh keputusan organisasi, serta merasa berkewajiban penuh untuk mengawal dan menyukseskannya.
Selanjutnya, pilar ketiga berfokus pada aspek partisipatif (sense of participation). Pengurus tidak boleh sekadar numpang nama, melainkan harus terlibat aktif secara fisik dan pemikiran dalam mengeksekusi program kerja sesuai dengan bidang atau seksi masing-masing.

