PEDOMANRAKYAT, MEDAN – Sejumlah emak-emak warga Perwira II, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur menggeruduk Kantor Camat Medan Timur di Jalan HM Said, Medan, Jumat (6/3) pagi. Mereka menyampaikan penolakan terhadap pengangkatan M. Salim sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX.
Warga menilai M. Salim tidak layak kembali menjabat sebagai Kepling IX karena sebelumnya pernah memimpin lingkungan tersebut namun dianggap tidak amanah dan mengecewakan masyarakat.
Kedatangan warga ke kantor camat awalnya berlangsung damai. Mereka ingin mempertanyakan proses pemilihan dan pengangkatan kepling yang diduga telah diskenariokan oleh oknum camat dan lurah.
Aksi sempat memanas karena selama lebih dari tiga jam para demonstran menunggu Camat Medan Timur untuk menemui mereka. Massa yang didominasi emak-emak membawa poster berisi penolakan terhadap M. Salim sebagai Kepling IX. Ketegangan mereda setelah camat akhirnya keluar dari ruang kerjanya.
Para warga kemudian diperbolehkan masuk ke aula kantor camat untuk menyampaikan aspirasi.
“Kami tidak mau Pak M. Salim menjadi kepling kami. Saat beliau menjabat sebelumnya, dia tidak amanah dan mengecewakan kami sebagai warga. Kami tetap mendukung Endang Priska menjadi kepling,” ujar salah seorang warga, Irmawati, kepada wartawan.
Warga lainnya, Rini, mengatakan Endang Priska sebelumnya memperoleh dukungan sekitar 350 suara warga namun tidak dilantik.
“Selama ini beliau dikenal humanis dan tidak pernah menyusahkan warga. Semua urusan dibuat gratis,” kata Rini.
Menurut warga, ketika M. Salim menjabat pada 2021–2022, pengurusan berbagai surat selalu dikenakan biaya.

