Di tengah kegiatan itu, Reski Jaya, salah satu anggota Mapala UMI, menemukan sesuatu yang mengusik. Beberapa sampah yang dikumpulkan ternyata berasal dari kantong plastik sisa kegiatan penghijauan.
“Penghijauan itu memang baik, tapi sampahnya jangan ditinggalkan,” ujarnya, lirih namun tegas.
Baginya, mencintai alam tak cukup dengan menanam pohon atau mendaki puncak. Ada tanggung jawab sederhana yang sering diabaikan: membawa pulang kembali apa yang dibawa.
Pesannya jelas, bahkan terdengar seperti peringatan bagi siapa saja yang ingin menapaki gunung: jika belum mampu bertanggung jawab atas sampah sendiri, mungkin perjalanan itu belum perlu dilakukan.
Aksi bersih ini bukan akhir. Ia hanyalah pengingat bahwa alam tak pernah meminta lebih—hanya ingin dijaga. Dan di Bawakaraeng, hari itu, sekelompok anak muda memilih untuk tidak sekadar menikmati, tetapi juga menebus. ( Ardhy M Basir )

