Angka kemiskinan ini kembali turun di saat ASA menjabat sebagai Bupati Sinjai. Pada tahun 2019 menyentuh angka 22,27 ribu jiwa atau 9,14 persen. Kemudian turun lagi pada tahun 2020 hingga 22,06 jiwa atau 9,00 persen.
Sementara di tahun 2021 per Maret kembali mengalami penurunan tingkat kemiskinan menjadi 21,69 ribu jiwa atau 8,84 persen.
“Capaian ini menjadi nilai keberhasilan yang membanggakan, karena sejak tahun 2016 kemiskinan Sinjai menunjukan tren cenderung terus menurun hingga pada kondisi saat ini per Maret 2021,” ungkapnya.
Arif menambahkan faktor yang mempengaruhi angka kemiskinan di Sinjai terus menurun adalah pertumbuhan ekonomi Sinjai tahun 2021 terhadap tahun sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,68 persen.
Selain itu pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga pada PDB sebesar 3,44 persen serta tingkat pengangguran yang mengalami penurunan 0,05 persen dari 2,66 persen pada tahun 2020 turun menjadi 2,61 persen di tahun 2021. (AaN)

