PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Masa depan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Kesenian Kebudayaan Sulawesi Selatan (Lapakkss) menemui titik terang. Dalam rapat penting yang digelar di Sekretariat Lapakkss, Jl. Topaz Ruko Zamrud D.20 Panakkukang, Makassar, Kamis (22/1/2026), para tokoh budayawan sepakat untuk melanjutkan eksistensi lembaga dengan melakukan reposisi besar-besaran.
Rapat dibuka langsung oleh pendiri sekaligus Pembina Lapakkss, Dr. H. Ajiep Padindang, SE., MM. Dalam arahannya, ia melontarkan pertanyaan krusial mengenai arah lembaga ke depan: apakah Lapakkss akan dilanjutkan dengan semangat baru atau justru divakumkan sementara.
Dinamika Pemikiran Tokoh
Merespons hal tersebut, Andi Abubakar Hamid selaku Direktur demisioner menekankan pentingnya regenerasi.
“Jika teman-teman masih ingin memikirkan kebudayaan, kita harus membangun generasi baru. Kita lanjut sambil membangun fondasi bagi kaum muda,” tegasnya.
Senada dengan itu, Anggota Dewan Pakar, Yudhistira Sukatanya, mengusulkan perlunya reposisi peran. Ia berharap Lapakkss tetap menjadi rumah bagi gagasan kebudayaan yang konkret, terutama mengoptimalkan potensi penulis yang ada di dalam lembaga.
“Model kegiatan harus diatur ulang agar marwah organisasi tetap terjaga sebagai pengawal gagasan pemajuan kebudayaan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Nurlina Syahrir, M.Hum dan Jamal Andi menekankan pentingnya perbaikan manajemen. Sorotan tajam juga datang dari Dr. M. Husni yang mendorong Lapakkss lebih fokus pada kajian-kajian ilmiah dan arkeologi ketimbang hanya bersifat teknis seperti Event Organizer (EO).

