Tampaknya semangat mudik semakin tinggi intensitasnya dan tidak kehilangan pesonanya, meski parantau pulang harus menenteng tas, koper,kardus berisi oleh oleh sebagai bukti dari tanah rantau . Entah sejak kapan proses inkulturasi tradisi tahunan perayaan lebaran harus ditebus begitu mahal ,merogoh kocek dalam dalam . Ada sebagian pejabat ,pengusaha,politisi dan profesi lainnya begitu menghayati dan mengekspresikan momen menjelang lebaran dengan semangat berbagi kepada anak yatim piatu ,konstituen ,panti asuhan dan kaum dhuafa .
Namun sebenarnya setelah berpuasa Ramadhan sebulan penuh, tibalah di hari Raya Idul Fitri dalam suasana yang dikaitkan dengan upaya manusia kembali kepada keadaan aslinya suci dan disitulah ibadah puasa sebagai jalan (syari’ah)untuk kembali ke keadaan yang fitrah.. Bagaimana setelah bulan suci Ramadhan ada nilai tambah bagi kehidupan kerohanian dan kehidupan sosial kita dalam bermasyarakat.
Bersilaturahmi ,berjabat tangan sudah biasa tetapi dilakukan dalam suasana lebaran penuh rasa dan hati yang lega. Meski kemajuan IT sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat lewat handphone bisa video call, tetapi tetap saja rasanya lebih afdal kalau ketemu secara fisik ,tradisi mudik telah menggumpal kental di kalangan kaum urban.
Allahu Akbar… ,Allahu Akbar …,Allahu Akbar ..Walillahilhamd ,Suara takbir dan tahmid menggema ,gemetar tubuh ,gemetar bathin, membangunkan kembali jiwa yang lelap dam bathin yang tidur, menapak tilas perjalanan kemarin yang penuh luka dan alpa .Ya Allah , di bulan Ramadhan sejumlah rangkaian ibadah telah hambaMu tunaikan dan diserahkan untuk dihitung dan diberi nilai .Allahu Akbar ,,, Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/Sabtu 21 Maret 2026 M ,Salam dan jabat erat ,mohon maaf lahir bathin .(moh sumardy)

